Sabtu, 15 November 2014

Manajement Penghasilan

Apakah Gaya Hidup Anda Sesuai Penghasilan?
Gaji naik sering kali membuat pengeluaran juga ikut bertambah. Ketika penghasilan meningkat, seseorang ingin juga memanjakan dirinya dengan sesuatu barang lebih mahal, dan beranggapan itu hasil dari kerja keras.
Gaji bertambah maka meningkatlah gaya hidup. Ini yang disebut inflasi gaya hidup. Hal itu dapat menjadi masalah keuangan jika pengeluaran  ternyata lebih besar dari penghasilan yang didapatkan. Jadi perlu juga diwaspadai. Lantaran banyak orang yang tidak menyadari inflasi gaya hidup tersebut.
Jadi bagaimana Anda dapat mengenali dan mengidentifikasi kebiasaan yang berpotensi bencana ini? Berikut ada sembilan tanda untuk keluar dari inflasi gaya hidup seperti dikutip dari Wisebread, Minggu (16/11/2014).
1. Utang Kartu Kredit Berlebihan
Meski pun menggunakan kartu kredit jadi praktik umum bagi banyak orang dan, melunasinya tepat waktu, utang kartu kredit berlebihan bila tidak bisa dilunasi maka bunga bertambah.
Seiring waktu itu akan dikenakan biaya jauh lebih mahal dari tagihan awal.
Ketika pembayaran kartu kredit bergulir maka itu menjadi bagian normal dari anggaran Anda.
Tanda itu perlu diperhatikan untuk melakukan skala kembali untuk menghabiskan lebih sedikit agar melunasi utang.

2. Menghindari Manajemen UangSeiring waktu itu akan dikenakan biaya jauh lebih mahal dari tagihan awal.
Ketika pembayaran kartu kredit bergulir maka itu menjadi bagian normal dari anggaran Anda.
Tanda itu perlu diperhatikan untuk melakukan
Kadang seseorang enggan untuk mengatur anggaran dan memeriksa saldo tabungan. Mungkin hal ini dihindari karena melihat anggaran keuangan buruk sehingga memilih untuk menghindarinya. Akan tetapi Anda tak bisa selamanya untuk menghindari atur anggaran.
Sebaiknya Anda menjadwalkan waktu untuk mengatur keuangan dalam seminggu, dan bisa sebulan. Mungkin Anda bisa melakukannya pada Minggu sore untuk dapat mengetahui anggaran seminggu ke depan.
3. Kurangnya Menghargai Penghasilan
Salah satu ciri khas dari orang ini adalah ketika tiba mulai mendapatkan gaji lebih dari sebelumnya. Ini diikuti dengan menghabiskan anggaran lebih. Ini juga merupakan tanda-tanda untuk memperketat anggaran agar memiliki ruang bernafas.
4. Menghabiskan Penghasilan Sekaligus
Istilah lain untuk ini yaitu gaji hidup untuk gaji. Dalam skenarionya, pengeluaran Anda melumpuhkan anggaran sehingga Anda harus menunggu hingga gaji berikutnya. Anda harus membayar tagihan-tagihan tersebut.
Solusi untuk hal tersebut Anda harus serius untuk memutuskan melakukan perubahan serius seperti memilih untuk membeli mobil lebih murah dan mungkin pindah ke apartemen lebih kecil. Intinya sesuaikan hal dengan penghasilan yang dimiliki.
5. Pendapatan Serupa dengan Anda, Tetapi Jangan Menghabiskannya Sama
Ada banyak keadaan khusus yang dapat menyebabkan dua orang di tingkat ekonomi sama untuk hidup terlihat benar-benar berbeda. Seseorang masih single dan berkeluarga meski punya pendapatan sama tetapi pengeluarannya berbeda.
Selain itu, ada dua orang single tetapi bila yang satu harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga maka pengeluarannya berbeda. Jadi di sini Anda harus hidup sesuai kemampuan.
6. Impulsif dan Hobi Belanja
Semua orang suka untuk mendapatkan barang-barang baru. Daya tarik belanja tanpa memandang usia selalu kuat, bahkan penghasilan bisa habis dalam waktu singkat.
Bila keinginan dan perasaan terburu-buru untuk belanja sehingga memuaskan nafsu dan mengatasi masalah, maka ini indikasi belanja dapat merugikan keuangan Anda. Hal ini dapat diatasi dengan disiplin dirin, tetapi jika itu di luar kendali maka Anda dapat mencari bantuan profesional.
7. Bosan di Rumah
Pembelian meningkat juga dapat menyebabkan kebosanan sehingga mempengaruhi kebiasan belanja. Apakah Anda menemukan diri gelisah di rumah? Apakah Anda sering pergi online atau ke pusat perbelanjaan untuk membeli sesuatu yang tidak perlu dengan hanya untuk memiliki sesuatu?.
Melihat kondisi itu mungkin Anda dapat merencanakan kegiatan dan petualangan lebih produktif bersama teman-teman ketimbang belanja sesuatu yang tidak Anda butuhkan.
8. Tidak mencari penawaran
Kadang-kadang gaya hidup meningkat karena hanya masalah gagal menjadi hemat, hal itu biasanya karena malas. Banyak orang menghabiskan jauh lebih banyak uang dari pada yang mereka butuhkan untuk menghabiskan uang karena mampu membayar harga penuh.
9. Anda Merasa Tak Perlu Simpan Uang
Bila Anda menghabiskan gaji tanpa menyisakan untuk ditabung maka Anda menganggap itu hal tidak perlu dan mustahil dilakukan. Bila memang sulit menabung, Anda dapat memakai tabungan rencana dengan Anda menyetor uang ke rekening khusus, dan tidak diambil dalam jangka waktu tertentu. (Ahm/)

Minggu, 09 November 2014

PROBLEMA



Problema


Sering kali orang meremihkan  siapakah Bapak koperasi pertama  di  I(ndonesia  yang pertama yang fotonya Ada di gambar  uang yaitu  bapak drs mohammad hatta
Uang disebutkan didalamnya dengan bahasa yang mungkin sudah anda ketahui    Barang siapa
Meniru atau memalsukan uang kertas ini dituntut dimuka hakim dan uang kertas ini resmi men
Jadi alat tukar  zah
Didalam  pembinaan selanjutnya   maka Bapak koperasi kita  Bapak Muhammad Hatta segera
Mendirikan apa  yang  disebut   diatas     adalah   Koperasi
Didalam  undang undang Dasar  1945   tentang  azaz   azas koperasi terdapat dalam  pasal  33
Marilah kita hargai tentang kenyataan realita adanya uang yang ada pada saudara
Azaz ini mengajak agar memperlakukan uang uanganda    punyai
Suatu bentuk ilmu politik adalah menjalankan uang sebagai alat tukar adalah suatu yang dike
Hendaki oleh public
Ahirnya kurang lebihnya kami haturkan terima kasih yang tak terhingga


            



              Muhammad  Firdaus